Mencoba membuat cerita

Cerita merupakan suatu karya berupa tulisan yang menggambarkan sesuatu. Bisakah kalian definisikan cerita dengan hal lain?

Langsung saja, kalau bicara tentang cerita, bagaimana kalau kita mencoba membuatnya pasti seru! Tapi, bagaimana caranya ya? Ada yang tahu?

Yuk kita baca petunjuk dibawah ini!

Langkah-langkah membuat cerita :
1. Temukan ide dan tema, lalu pikirkan bagaimana jalan ceritanya misal pertama A berangkat sekolah, lalu ia masuk kelas, ia mengecek tasnya, ia kaget kalau baju ganti nya ketinggalan, lalu ia panik, setelah itu ia pamit kepada guru untuk mengambil bajunya, tiba di rumah ia mencari bajunya lalu kembali ke sekolah, dan seterusnya....

2. pikirkan judulnya
Kalau bicara tentang judul cerita, maka harus ingat juga isi cerita nya, judul cerita harus nyambung dengan isi ceritanya ( misal cerita nya tentang si A yang suka mengoleksi perangko, judulnya "Bukan hobi ku" padahal, ceritanya menceritakan tentang hobi A, bukannya hobi yang tidak disukai A, begitu)

3. Tentukan nama tokoh
Jangan lupa nama tokohnya ya, pilih nama yang simpel aja, misal seperti Aipa, Eni, Beri, Cila, Duna, Giva, dll. Karena kalau namanya rumit seperti Elichsa, Jeonsen, Frensich, Heirlaey, dll pembaca akan kesulitan membaca nama tokoh dengan benar, tapi gapapa juga sih kalau kalian mau kasih nama tokoh yang rumit, Karena bagus atau enggak nya cerita pembaca yang menentukan dan penulis yang berusaha membuat cerita nya menarik.

4. Tulis ceritanya
 Nah, ini nih yang bagian paling panjang yang harus kita bahas, kita bicara soal nulis, kalian pernah gak sih nulis cerita waktu kecil? Pasti bahasanya amburadul (gapapa masih belajar :v) dan kalau nulis cerita sekarang bahasa nya sdh pro dan kadang kebanyakan kata kias atau majas, kaya misalnya ( mentari pagi masih malu-malu, ini masih shubuh, diluar masih dingin. A menyibak tirai, membersihkan debu - debu jendela, lukisan air hujan masih terpampang di jendela kamar. Lantas, kenapa ada debu? Bukankah seharusnya debu itu hilang tersingkirkan air hujan? Sudahlah, pagi-pagi sudah dibuat pusing saja. A menyambr handuk, memasuki kamar kecil dan mulai mandi. Terdengar suara gemericik air shower yang menabrak permukaan. Dingin. Selepas mandi A mengeringkan rambut dengan hair dryer, menyisir rambut panjangnya ,kemudian mengucirnya, mengambil make up, dan diusapkan alas bedak pada mukanya, wajahnya sudah sempurna. Sekarang bibirnya ia membuka lip-tint pink nya lalu mengoleskan pada bibir merahnya. Sempurna. Ia beranjak dari meja riasnya kemudian mengambil tas memasukan buku, dompet, dan handphone. Mengambil kunci lalu mengunci pintu rumahnya. Ini baru jam 5. 50, pagi-pagi begini? Mau kemana?)
 Begitu itu untuk ukuran novel. Tapi kalau kalian membuat cerita untuk anak-anak SD kls 1-3 / bahkan 4 atau juga TK kalian harus menggunakan kata-kata yang baku.

5. Menyelipkan amanat
Jangan lupa untuk menuliskan amanat, karena disetiap cerita harus ada pengajarannya atau amanatnya, seperti misalnya (hingga hari ini sukses, seperti impiannya dulu ia ingin sekali menjadi dosen. Ia percaya kalau usaha dengan doa akan memberikan hasil yang memuaskan pula.) Begitu contohnya, jangan lupa untuk selalu menebar kebenaran, pengetahuan, dan ilmu, serta kebaikan lewat cerita yang kita tulis.


Terimakasih, untuk yang sudah membaca blog ini. Bagi yang mau tanya silakan koment di bawah ya! Mari menulis!

                      --TERIMAKASIH--atikamurada.blogspot.com

Komentar

Posting Komentar